Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan gunting sebagai sarana perlindungan bagi ibu hamil di Desa Pematang Tengah, Kec. Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, serta meninjaunya dalam perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap penggunaan gunting masih bertahan dan dipraktikkan oleh sebagian masyarakat sebagai bentuk perlindungan dari gangguan makhluk halus. Praktik ini diwariskan secara turun-temurun dan dipengaruhi oleh faktor budaya, lingkungan sosial, serta kebutuhan psikologis akan rasa aman selama masa kehamilan. Secara teoretis, fenomena ini dapat dipahami sebagai hasil konstruksi sosial dan memiliki fungsi simbolik dalam sistem kepercayaan masyarakat. Namun, dalam perspektif Al-Qur’an, kepercayaan terhadap benda sebagai sumber perlindungan tidak memiliki dasar yang kuat, karena segala bentuk manfaat dan mudarat sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah SWT. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih komprehensif agar masyarakat mampu membedakan antara tradisi budaya dan ajaran agama yang benar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan edukasi serta referensi dalam kajian keislaman dan sosial budaya
Copyrights © 2026