Gangguan jiwa merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang berdampak signifikan terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. Salah satu masalah yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa adalah risiko perilaku kekerasan. Art therapy merupakan terapi yang menggunakan media seni sebagai sarana mengekspresikan emosi, mengelola stres, meningkatkan kesadaran diri, dan mengembangkan kemampuan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan evidence-based nursing berupa art therapy mewarnai dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien dengan gangguan jiwa di Ruang Perawatan UPT RSUD Madani Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-test–post-test. Sampel penelitian terdiri dari lima pasien yang telah didiagnosis mengalami risiko perilaku kekerasan. Intervensi dilakukan melalui kegiatan mewarnai yang dikombinasikan dengan tindakan keperawatan standar selama masa perawatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan yang signifikan setelah pemberian art therapy mewarnai, ditandai dengan penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan, peningkatan kemampuan mengontrol emosi, peningkatan fokus, serta munculnya perilaku yang lebih adaptif. Selain itu, pasien menunjukkan peningkatan interaksi sosial, ekspresi emosi yang lebih baik, dan kondisi psikologis yang lebih stabil. Dengan demikian, art therapy mewarnai dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk membantu pasien menyalurkan emosi secara aman serta mendukung penurunan perilaku kekerasan pada pasien dengan gangguan jiwa.
Copyrights © 2026