Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi pedagogis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembelajaran pada kelas heterogen di SMP Negeri 166 Jakarta. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa kedua guru mampu menampilkan komunikasi yang adaptif dan responsif pada kelima aspek yang dikaji. Dalam hal kejelasan berbahasa, guru memanfaatkan analogi kontekstual dan bahasa yang dekat dengan keseharian peserta didik, serta mengintegrasikan teknologi konversi suara ke teks untuk menjawab keterbatasan peserta didik tunarungu dan tunawicara. Pada aspek kelancaran berbahasa, variasi intonasi dan pengulangan strategis diterapkan secara konsisten, meskipun sebagian peserta didik dengan kebutuhan belajar lambat masih merasakan tempo penyampaian yang terlalu cepat. Sistematika penyampaian kedua guru terstruktur dan mudah diikuti, dengan fleksibilitas dalam menyesuaikan alur pembelajaran dengan kondisi kelas yang nyata. Pada aspek kualitas interaksi, upaya pelibatan peserta didik tampak nyata dari keduanya, namun hambatan psikologis terutama rasa kurang percaya diri pada peserta didik berkebutuhan khusus masih menjadi penghalang utama partisipasi aktif. Penggunaan papan tulis yang konsisten terbukti efektif dalam menyediakan dua jalur pemahaman sekaligus, sementara aksesibilitas tulisan Arab bagi peserta didik berkebutuhan khusus belum sepenuhnya terakomodasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi pedagogis yang efektif di kelas heterogen tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi guru, melainkan juga memerlukan dukungan sistemik berupa kolaborasi aktif antara guru dan orang tua serta infrastruktur pendidikan inklusif yang memadai.
Copyrights © 2026