Artikel ini bertujuan menganalisis korespondensi nilai-nilai Islam moderat dalam Pancasila serta implikasinya bagi penguatan moderasi beragama di tengah tantangan globalisasi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh munculnya pandangan yang menempatkan Islam dan Pancasila secara dikotomis, padahal keduanya memiliki titik temu substantif dalam membangun kehidupan berbangsa yang religius, adil, toleran, dan berkeadaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder yang relevan, meliputi dokumen moderasi beragama, kajian Pancasila, dan pemikiran tokoh Islam wasathiyah. Analisis dilakukan secara normatif-filosofis melalui teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip tawazun, tasamuh, iātidal, syura, dan maslahah dalam Islam moderat berkorespondensi dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam Pancasila. Pancasila dapat dipahami sebagai ruang aktualisasi nilai Islam moderat dalam kehidupan publik Indonesia. Korespondensi tersebut berimplikasi pada penguatan komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Artikel ini menegaskan bahwa Islam moderat dan Pancasila bukan dua entitas yang bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam menjaga persatuan bangsa di era globalisasi. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan wacana moderasi beragama, pendidikan Islam, dan penguatan ideologi kebangsaan yang inklusif, kontekstual, serta relevan dengan dinamika masyarakat Indonesia kontemporer di tengah arus perubahan sosial, budaya, teknologi, dan keagamaan global.
Copyrights © 2026