Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang pada pria yang aman dan efektif dalam mendukung keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB). Namun tingkat pemanfaatan vasektomi di Indonesia masih rendah dibandingkan metode konservasi lainnya, yang menunjukkan minimnya partisipasi manusia dalam program KB. Rendahnya minat terhadap vasektomi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan, sikap, persepsi terhadap efek samping, dukungan pasangan, serta pengaruh sosial dan budaya. Kecamatan Jekan Raya di Kota Palangka Raya memiliki jumlah akseptor vasektomi yang masih terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat akseptor vasektomi agar dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi promosi kesehatan dan peningkatan peran pria dalam program KB. Survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampelnya adalah Accindental Sampling sebanyak 99 Responden. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square.
Copyrights © 2026