Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor Minat Akseptor Vasektomi di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya: Factors Influencing Vasectomy Acceptors in Jekan Raya District Palangka Raya City Anggreni Ade Putri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12818

Abstract

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang pada pria yang aman dan efektif dalam mendukung keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB). Namun tingkat pemanfaatan vasektomi di Indonesia masih rendah dibandingkan metode konservasi lainnya, yang menunjukkan minimnya partisipasi manusia dalam program KB. Rendahnya minat terhadap vasektomi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan, sikap, persepsi terhadap efek samping, dukungan pasangan, serta pengaruh sosial dan budaya. Kecamatan Jekan Raya di Kota Palangka Raya memiliki jumlah akseptor vasektomi yang masih terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat akseptor vasektomi agar dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi promosi kesehatan dan peningkatan peran pria dalam program KB. Survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampelnya adalah Accindental Sampling sebanyak 99 Responden. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangkaraya Reva; Mariaty A. Sangkai; Anggreni Ade Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1527

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan denganrendahnya pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). dapat meningkatkanrisiko terjadinya diare. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya, kasus diaremenunjukkan tren peningkatan setiap tahun, sehingga diperlukan upaya untuk mengetahui hubungantingkat pengetahuan tentang PHBS dengan kejadian diare sebagai dasar dalam penyusunan strategipencegahan yang lebih efektif.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang PHBS rumah tangga dengankejadian diare di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya.Metode: Kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross sectional.Populasi berjumlah 100 kepala keluarga, dengan sampel 50 responden menggunakan teknik purposivesampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kuesioner pengetahuan keluarga tentangperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terkait air bersih, mencuci tangan dan jamban sehat untukmengukur tingkat pengetahuan Dan kejadian diare. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil uji Chi-Square, di dapatkan nilai (p-value = 0,004 <0,05), yangmenunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang PHBS rumah tanggadengan kejadian diare di RT2/RW8 gg.Taupik wilatah kerja UPTD Puskesmas Pahandut.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang PHBS rumahtangga dengan kejadian diare. Masyarakat diharapkan meningkatkan penerapan PHBS, sedangkanpuskesmas perlu memperkuat kegiatan promosi kesehatan untuk mencegah kejadian diare.
Hubungan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Pencegahan Kejadian ISPA Di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Nia Wahyuni; Mariaty A. Sangkai; Anggreni Ade Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1579

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalahkesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalampencegahan ISPA adalah pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS).Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)dengan pencegahan kejadian ISPA di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitikmelalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berkunjung keUPTD Puskesmas Kayon pada Sampel berjumlah 77 responden yang dipilih menggunakan teknikaccidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentangperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan data rekam medis kejadian ISPA. Analisis datadilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-SquareHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17–50 tahun(44,2%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) dalam kategori baik, dan mayoritas melakukan pencegahan ISPA dengan baik. Hasilanalisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikanantara pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pencegahan kejadianISPA di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya (p < 0,05)Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Perilaku HidupBersih dan Sehat (PHBS) dengan pencegahan kejadian ISPA di UPTD Puskesmas Kayon KotaPalangka Raya.UPTD Puskesmas Kayon diharapkan dapat meningkatkan kegiatan promosikesehatan dan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara berkelanjutanmelalui penyuluhan, media informasi, dan pemberdayaan masyarakat. untuk meningkatkanpengetahuan serta menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya pencegahan ISPA
Hubungan Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas VII SMP Islam Nurul Ihsan Kota Palangka Raya Fitri Yana; Mariaty A. Sangkai; Anggreni Ade Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1587

Abstract

Anemia merupakan kondisi tubuh kekurangan sel darah merah ataukadar hemoglobin di bawah batas normal, kurang dari 12 gr/dL. Remaja putri termasukkelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat menstruasi, pola makan tidakseimbang, dan kurangnya asupan zat besi. Pengetahuan yang memadai tentang anemiaberperan penting agar remaja putri mampu melakukan upaya pencegahan sejak dini,sehingga dampak buruk seperti penurunan konsentrasi belajar, mudah lelah, dangangguan pertumbuhan dapat dihindari sejak awal.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengankejadian anemia pada remaja putri kelas VII di SMP Islam Nurul Ihsan Kota PalangkaRaya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.Sampel penelitian berjumlah 52 responden remaja putri kelas VII, dipilih menggunakanteknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan danpemeriksaan kadar hemoglobin, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuankurang, yaitu 25 orang (48,1%), pengetahuan cukup 19 orang (36,5%), dan pengetahuanbaik 8 orang (15,4%). Sebanyak 15 responden (28,8%) mengalami anemia dan 37responden (71,2%) tidak mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square (p value = 0,013 atau p< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadiananemia.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadiananemia pada remaja putri kelas VII di SMP Islam Nurul Ihsan Kota Palangka Raya.Semakin rendah pengetahuan remaja putri tentang anemia, semakin besar risikoterjadinya anemia, sehingga diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan secaraterstruktur dan berkelanjutan di lingkungan sekolah guna menekan angka kejadiananemia pada remaja putri di masa mendatang.
Hubungan Praktik Penggunaan Insektisida Rumah Tangga Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Dio Sandy Berkatno; Mariaty A. Sangkai; Anggreni Ade Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1603

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatanmasyarakat di daerah tropis. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota PalangkaRaya, kasus DBD masih ditemukan meskipun masyarakat telah menggunakan insektisidarumah tangga, sehingga hubungan keduanya perlu diteliti.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara praktik penggunaaninsektisida rumah tangga dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahkerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya.Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional.Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga (KK) di RW 02 RT 05 KelurahanMenteng sebanyak 300 KK, dengan sampel sebanyak 75 responden yang dipilihmenggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji statistik Fisher's Exact Test(karena asumsi Chi-Square tidak terpenuhi).Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penggunaan insektisida rumahtangga sebagian besar berada pada kategori cukup (30 responden; 40,0%), diikuti kategorikurang (29 responden; 38,7%), dan kategori baik (16 responden; 21,3%). Sebagian besarresponden tidak mengalami DBD (64 responden; 85,3%), sedangkan yang mengalamiDBD sebanyak 11 responden (14,7%). Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan nilai p= 0,439 (p > 0,05).Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara praktik penggunaaninsektisida rumah tangga dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahkerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Tahun 2026. Masyarakatdisarankan tetap menggunakan insektisida sesuai petunjuk serta menerapkan PSN 3MPlus untuk mencegah DBD.