Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas model Pembelajaran Berbasis Penyelidikan dan Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen pretest–posttest pada dua kelompok. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDIT Ar-Rahmah Pacitan tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar kognitif dan dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar siswa, namun terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Nilai N-Gain pada kelas Pembelajaran Berbasis Masalah sebesar 0,7 (kategori tinggi), sedangkan pada kelas Pembelajaran Berbasis Penyelidikan sebesar 0,5 (kategori sedang). Dengan demikian, model Pembelajaran Berbasis Masalah lebih efektif dibandingkan Pembelajaran Berbasis Penyelidikan dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa.
Copyrights © 2026