Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola perilaku masyarakat, khususnya Generasi Z, dalam berbagai aspek kehidupan termasuk aktivitas investasi saham. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana gaya hidup digital Generasi Z memengaruhi proses pengambilan keputusan investasi saham di Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan Generasi Z yang aktif berinvestasi saham. Hasil penelitian mengungkap bahwa intensitas penggunaan perangkat digital rata-rata 8–12 jam per hari telah menjadikan media sosial, aplikasi investasi, dan komunitas online sebagai ekosistem informasi investasi yang saling terhubung. Investor berpengalaman cenderung memanfaatkan platform digital sebagai alat bantu analisis mandiri, sementara investor pemula lebih bergantung pada rekomendasi konten kreator di media sosial. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan information overload muncul sebagai dampak negatif dari intensitas konsumsi informasi digital yang tinggi. Di sisi lain, platform digital turut mendorong peningkatan literasi keuangan melalui konten edukasi investasi yang mudah diakses. Gaya hidup digital terbukti menjadi faktor determinan signifikan yang memengaruhi kualitas pengambilan keputusan investasi Generasi Z, sehingga peningkatan literasi keuangan digital menjadi kebutuhan mendesak bagi investor muda.
Copyrights © 2026