Struktur pendidikan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan kesadaran kritis siswa secara optimal. Praktik pembelajaran cenderung menempatkan siswa sebagai penerima pengetahuan, sementara ruang dialog, refleksi, dan partisipasi aktif belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara struktur pendidikan dan pembentukan kesadaran kritis siswa serta mengkaji relevansi pemikiran Paulo Freire dalam konteks pendidikan Indonesia kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari karya-karya Paulo Freire, buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah terkait pendidikan kritis dan pendidikan tinggi, kemudian dianalisis melalui analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi pembelajaran yang fokus pada reproduksi pengetahuan, pencapaian akademik, dan evaluasi hasil belajar berpotensi membatasi perkembangan kesadaran kritis siswa. Reaktualisasi pemikiran Paulo Freire melalui pendidikan dialogis, partisipatif, dan reflektif tetap relevan untuk mendorong terbentuknya kesadaran kritis siswa
Copyrights © 2026