Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian berbantuan korpus mengenai penggunaan diminutiv sufiks -chen dan -lein dalam teks sastra Jerman, khususnya dongeng karya BrĂ¼der Grimm. Penelitian bertujuan mendeskripsikan frekuensi, konteks penggunaan, dan fungsi semantis-pragmatik diminutiv dalam korpus dongeng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis konten berbantuan korpus terhadap 200 dongeng digital yang dianalisis menggunakan perangkat lunak AntConc. Data berupa kata yang mengandung sufiks -chen dan -lein dianalisis berdasarkan frekuensi, kolokasi, distribusi konteks, dan makna konotatifnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 524 kemunculan sufiks -chen dan 112 kemunculan sufiks -lein. Sufiks -chen lebih dominan dan cenderung mengekspresikan nuansa afektif seperti keakraban, kelembutan, dan empati, sedangkan -lein lebih terbatas dan relatif netral secara emosional. Penggunaan diminutiv berperan dalam membangun karakterisasi, atmosfer naratif, simbolisme, dan kedekatan emosional antara pembaca dan tokoh. Simpulan penelitian menegaskan bahwa diminutiv dalam dongeng tidak hanya berfungsi secara morfologis, tetapi juga sebagai perangkat stilistika dan pragmatik. Temuan ini berkontribusi pada kajian linguistik korpus dan stilistika sastra serta membuka peluang penelitian komparatif lintas genre dan bahasa.
Copyrights © 2025