Penelitian ini menganalisis optimalisasi akuntansi manajemen untuk pengelolaan keuangan berkelanjutan di Madrasah Aliyah Al-Muawannah (akreditasi B). Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara staf tata usaha, observasi 24 jam, dan analisis RAPBS 2026 (Rp 65,569 juta) serta Buku Kas November 2025 (Rp 2,075 juta), ditemukan SPP mendominasi 46,5% pendapatan dengan defisit Rp 595 ribu akibat sistem pencatatan manual tanpa klasifikasi akun. Tantangan utama meliputi SDM otodidak, minim partisipasi orang tua dalam RAPBS, dan ketidakstabilan likuiditas. Strategi optimalisasi mencakup digitalisasi SAKTI Kemenag (gratis, terintegrasi BOS), diversifikasi wakaf produktif, dan forum partisipatif RAPBS. Implementasi tiga strategi prioritas dalam 6 bulan akan mentransformasi pengelolaan reaktif menjadi proaktif. Digitalisasi dan partisipasi stakeholder menjadi kunci sustainability madrasah mikro, sebagai model praktis bagi 15.000+ madrasah swasta Indonesia dengan karakteristik serupa (Arifudin & Kartika, 2025; Parembai et al., 2025).
Copyrights © 2026