Proses pelayanan armada pada kegiatan operasional proyek memerlukan sistem monitoring yang efektif untuk mendukung kelancaran aktivitas bongkar muat. Namun, proses pelayanan yang masih dilakukan secara manual sering menimbulkan berbagai permasalahan, seperti keterlambatan pelayanan, antrean kendaraan, kesalahan pencatatan data, serta keterbatasan monitoring secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi operasional sebelum dan sesudah penerapan sistem E-Check serta mengukur peningkatan kinerja operasional melalui metode Gap Analysis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pelayanan armada pada checkpoint Security, HSE, Checker, dan Admin. Analisis dilakukan dengan menghitung waktu pelayanan aktual, tingkat efisiensi operasional, serta membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan sistem E-Check menggunakan Gap Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan sistem E-Check, rata-rata efisiensi operasional pada checkpoint Security sebesar 87,5%, HSE sebesar 83,7%, Checker sebesar 83,5%, dan Admin sebesar 84,9%. Setelah penerapan sistem E-Check, efisiensi meningkat menjadi 238,4% pada Security, 181,6% pada HSE, 109,5% pada Checker, dan 83,4% pada Admin. Hasil Gap Analysis menunjukkan peningkatan efisiensi sebesar 150,9% pada Security, 97,9% pada HSE, dan 26% pada Checker. Dengan demikian, sistem E-Check terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pelayanan, mengurangi antrean kendaraan, meningkatkan efektivitas monitoring, serta mendukung koordinasi operasional secara terintegrasi dan real-time.
Copyrights © 2026