Perkembangan teknologi informasi telah mendorong peningkatan penggunaan layanan mobile banking sebagai sarana transaksi keuangan yang praktis dan efisien. Salah satu layanan mobile banking yang banyak digunakan di Indonesia adalah BRImo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerimaan teknologi berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) terhadap penggunaan aplikasi BRImo sebagai mobile banking pada mahasiswa. Variabel independen yang digunakan meliputi persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, sikap terhadap penggunaan, dan minat perilaku, sedangkan variabel dependen adalah penggunaan aktual aplikasi BRImo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 75 mahasiswa pengguna BRImo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji hipotesis, dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak PSPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, dan sikap terhadap penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aplikasi BRImo, sedangkan minat perilaku berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aplikasi BRImo. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aplikasi BRImo. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,63 menunjukkan bahwa 63% variasi penggunaan aplikasi BRImo dapat dijelaskan oleh variabel dalam penelitian, sedangkan 37% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa minat perilaku merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong penggunaan aplikasi BRImo pada mahasiswa.
Copyrights © 2026