Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk campur kode yang terdapat pada caption akun Instagram @mahia_weh sertamengidentifikasi frekuensi penggunaan kosakata bahasa Sunda denganbantuan mini korpus melalui website Sketch Engine. Penelitiandilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan media sosial sebagai ruangkomunikasi virtual yang memunculkan berbagai fenomena kebahasaan, salah satunya campur kode. Akun Instagram @mahia_weh dipilihsebagai objek penelitian karena menggunakan bahasa Sunda sebagaibahasa utama dalam unggahannya, namun masih ditemukan unsur bahasalain yang menyisip dalam caption. Penelitian ini menggunakan metodecampuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kualitatifdan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikanbentuk-bentuk campur kode, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakanuntuk menghitung frekuensi penggunaan kosakata bahasa Sunda melaluifitur konkordansi pada Sketch Engine. Hasil penelitian menunjukkanadanya dua bentuk campur kode, yaitu campur kode ke dalam (inner code-mixing) dan campur kode ke luar (outer code-mixing). Campurkode ke dalam ditemukan sebanyak delapan data yang berupa penyisipanunsur bahasa Indonesia ke dalam tuturan berbahasa Sunda, sedangkancampur kode ke luar ditemukan sebanyak dua data yang berupapenyisipan unsur bahasa Inggris. Selain itu, analisis frekuensi kosakatabahasa Sunda menunjukkan delapan kosakata yang paling seringdigunakan, yaitu heureuy, #urangsunda, #heureuysunda, teu, loba, kanyeuri, ngacapruk, dan aing. Temuan ini menunjukkan bahwapenggunaan bahasa Sunda pada media sosial masih cukup dominan, meskipun dipengaruhi oleh unsur bahasa Indonesia dan bahasa asingdalam praktik komunikasi digital.
Copyrights © 2026