Industri manufaktur alat kesehatan memiliki peranan penting dalam menghasilkan produk medis yang mendukung pelayanan kesehatan. Dalam proses produksinya, aktivitas kerja melibatkan penggunaan mesin, alat produksi, serta interaksi pekerja dengan lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan kerja. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Kegiatan kunjungan industri ini dilakukan pada industri yang bergerak di bidang pembuatan alat kesehatan, yang memiliki proses produksi dengan standar kualitas dan keamanan tinggi untuk menghasilkan produk medis yang aman digunakan. Permasalahan yang dikaji meliputi penerapan K3, potensi bahaya kerja, dan upaya pengendalian risiko di lingkungan industri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memahami implementasi K3 serta mengidentifikasi potensi risiko kerja pada proses produksi. Metode yang digunakan berupa observasi langsung, penyampaian materi oleh pihak industri, diskusi, dan dokumentasi selama kunjungan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan K3 dilakukan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan standard operating procedure (SOP), pengawasan area kerja, serta penyediaan fasilitas keselamatan kerja. Potensi bahaya yang ditemukan meliputi risiko fisik akibat penggunaan mesin, risiko ergonomi dari aktivitas kerja berulang, dan kemungkinan kecelakaan kerja akibat ketidaksesuaian prosedur kerja. Dengan demikian, penerapan K3 pada industri pembuatan alat kesehatan telah menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan pekerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan efektif.
Copyrights © 2026