Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada unit Boiler dan Steam di salah satu industri farmasi menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta studi dokumen perusahaan. Sebanyak 22 aktivitas kerja berhasil diidentifikasi dan dianalisis untuk menentukan potensi bahaya, tingkat risiko, dan tindakan pengendalian yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi bahaya pada aktivitas operasional unit Boiler dan Steam yang meliputi bahaya fisik, kimia, mekanik, listrik, ergonomi, lingkungan, dan psikologis. Bahaya fisik menjadi kategori yang paling dominan karena berkaitan dengan paparan temperatur tinggi, sistem bertekanan, dan kebisingan selama operasional boiler. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas berada pada kategori risiko sedang hingga tinggi (Moderate dan High Risk), sedangkan aktivitas unloading bahan bakar memiliki tingkat risiko tertinggi (Extreme Risk) karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang dapat menyebabkan cedera serius dan kerugian material. Upaya pengendalian risiko yang diterapkan meliputi pengendalian teknis, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Pengendalian tersebut antara lain berupa pemasangan safety valve, alarm, penerapan prosedur operasi standar (SOP), sistem izin kerja (permit to work), prosedur Lock Out Tag Out (LOTO), serta penggunaan APD sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode HIRADC efektif digunakan untuk mengidentifikasi bahaya secara sistematis, menilai tingkat risiko, serta menentukan tindakan pengendalian yang sesuai guna mendukung penerapan K3 pada unit Boiler dan Steam di industri farmasi.
Copyrights © 2026