Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di negara berkembang sering kali menghadapi kegagalan akibat pendekatan sektoral yang terfragmentasi dan kurangnya integrasi antar- disiplin ilmu. Masalah utama terletak pada ego sektoral lembaga pemerintah dan ketidakmampuan menerjemahkan target global yang kompleks ke dalam kebijakan lokal yang pragmatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan interdisipliner dalam pencapaian target SDGs serta merumuskan kerangka kerja kolaborasi lintas disiplin yang adaptif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik tinjauan literatur sistematis dan analisis konten terhadap laporan pencapaian SDGs di kawasan Asia Tenggara selama lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan terbesar bersumber dari rendahnya literasi data lintas sektoral dan lemahnya koordinasi antara akademisi, praktisi, serta pengambil kebijakan (p=0.001). Disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi SDGs memerlukan pergeseran paradigma dari pendekatan linier menuju pendekatan sistem yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan secara simultan. Strategi ini direkomendasikan sebagai fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026