Prosedur cara pembenihan ikan yang baik (CPIB) merupakan standar nasional untuk menjamin biosekuriti, ketertelusuran produk, dan keberlanjutan kegiatan pembenihan dalam menghasilkan benih ikan berkualitas tinggi. Penerapan prosedur ini tidak hanya menentukan aspek teknis produksi, tetapi juga memberikan konsekuensi finansial bagi pelaku usaha akuakultur. Penelitian ini bertujuan mengkaji kinerja produksi dan kinerja finansial usaha pembenihan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang menerapkan CPIB di Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Metode non-eksperimental diterapkan untuk membandingkan kinerja usaha sebelum dan sesudah penerapan CPIB. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara terhadap kelompok yang terdiri atas delapan pembudidaya ikan di desa tersebut. Kinerja produksi dan kinerja finansial mengalami peningkatan setelah CPIB diterapkan oleh kelompok pembudidaya. Produksi benih meningkat sekitar 110% dan rasio net benefit-cost (net B/C) meningkat sebesar 73%. Parameter finansial menunjukkan stabilitas yang cukup baik terhadap kenaikan harga pakan dan penurunan harga jual benih. Hasil penelitian menunjukkan indikasi kuat bahwa penerapan CPIB memberikan dampak positif, yaitu tersedianya pasokan benih nila berkualitas secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026