Keaktifan siswa menjadi faktor krusial dalam keberhasilan pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Namun demikian, tingkat keaktifan siswa masih tergolong rendah akibat dominannya penerapan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru serta adanya perbedaan kemampuan awal siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang dipadukan dengan pendekatan Teaching at the Right Level terhadap keaktifan belajar siswa sekolah dasar pada materi transformasi energi. Penelitian ini mengguanakn pendekatan kuantitatif melalui desain quasi-eksperimental, penelitian melibatkan 30 siswa kelas eksperimen. Data keaktifan diambil melalui pre-angket dan post-angket lalu diolah dengan statistik deskriptif serta uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan menunjukkan peningkatan rata – rata keaktifan dari 16,87 (pre-angket) menjadi 21,87 (post-angket). Uji wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi 0,000, mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Peningkatan terlihat pada semua indikator motorik, emosional, lisan dan mendengarkan dengan peningkatan tertinggi pada aspek emosional. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis TaRL terbukti efektif dalam mendorong peningkatan keaktifan belajar siswa SD.
Copyrights © 2026