Proses pemotongan panel kayu secara manual pada simulasi lini perakitan menunjukkan waktu siklus yang tinggi dan tidak stabil sehingga stasiun cutting menjadi pembatas aliran produksi. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh jig sederhana terhadap perbaikan metode kerja melalui pengurangan aktivitas tidak bernilai tambah dan penstabilan posisi material sebelum pemotongan. Data dikumpulkan melalui studi waktu menggunakan stopwatch, masing-masing lima pengamatan pada kondisi tanpa jig dan lima pengamatan menggunakan jig. Analisis mencakup waktu normal, waktu standar, output standar, peta proses operasi, peta aliran proses, dan pengujian statistik. Hasil menunjukkan waktu standar turun dari 55,37 detik menjadi 34,74 detik, sedangkan output standar meningkat dari 65,02 menjadi 103,63 unit/jam. Simpangan baku sampel turun dari 1,03 detik menjadi 0,11 detik, dan empat aktivitas tidak bernilai tambah yang menjadi target perbaikan berhasil dihilangkan. Uji Welch menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kondisi (t = 37,74; df = 4,10; p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan jig efektif mengurangi bottleneck yang diamati dan meningkatkan kestabilan proses pada simulasi laboratorium. Keywords: Assembly Line, Bottleneck Elimination, Jig Design, Work Measurement, Work Method Improvement
Copyrights © 2026