Indonesia merupakan negara kaya akan sumber daya mineral, salah satunya adalah nikel laterit yang tersebar di berbagai wilayah. Tercatat bahwa 52% jumlah nikel di dunia terdapat di Indonesia sebesar 139.419.000 ton nikel. Hal ini menjadikan Indonesia menjadi penghasil nikel terbesar di dunia. Nickel memiliki peran sangat besar bagi industri. Kegunaan nikel salah satunya sebagai bahan baku pada industry elektronik, baja, dan batu baterai. Salah satu fungsi utama nikel adalah sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik untuk menunjang penurunan emisi gas karbon. Sehingga perlu adanya sebuah metode preparasi untuk memastikan kualitas nikel salah satunya dengan metode fushion. Metode fushion dilakukan dengan mencampurkan sampel dengan flux yang dimixing. Pada penelitian ini digunkan variabel bebas kondisi preparasi antara mixing speed 3000 rpm dengan non mixing. Sampel diuji menggunakan Wavelength Dispersive X-Ray Fluororescence (WD-XRF). Berdasarkan proses tersebut didapatkan hasil %RSD sebesar 0,17% dan %Recovery sebesar 99,95% menunjukkan bahwa metode mixing speed 3000 rpm dapat diandalkan dalam preparasi analisa kadar Nikel. Nilai kadar nikel yang diproses menggunakan metode mixing 3000 rpm lebih homogen dan stabil, ditandai dengan bead tidak menunjukkan bayangan atau butiran partikel, serta menghasilkan data analisa dari alat WD-XRF yang presisi dan akurat dibandingkan dengan nilai kadar nikel tanpa mixing. Keywords : Akurasi, Fushion, Nikel, Presisi, WD-XRF
Copyrights © 2026