Penelitian tentang Tari Srimpi umumnya melihat tari sebagai representasi harmoni kosmologi Jawa yang ideal dan stabil. Namun, kajian yang menghubungkan kosmologi empat unsur dengan pengalaman tubuh penari serta dinamika dalam proses latihan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kosmologi empat unsur ditampilkan, dirasakan, dan dinegosiasikan dalam praktik tubuh pada Tari Srimpi Sari Kembar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan kerangka etnografi tubuh. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual. Analisis data dilakukan melalui koding tematik, kemudian ditafsirkan menggunakan perspektif semiotika Peirce, fenomenologi Merleau-Ponty, konsep habitus Bourdieu, serta teori performativitas Schechner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh penari tidak hanya menampilkan kosmologi, tetapi juga mengalaminya secara langsung (menubuh). Ketidaksinkronan gerak dan perubahan pola lantai tidak selalu merupakan kesalahan teknis, tetapi dapat dipahami sebagai bentuk gangguan makna (disrupsi semiotik) yang justru membuka kemungkinan penafsiran baru. Temuan ini menunjukkan adanya ketegangan antara harmoni yang diharapkan dan kenyataan dalam praktik tubuh. Penelitian ini menawarkan konsep embodied cosmology sebagai cara untuk memahami tari bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai pengalaman yang hidup dan proses yang terus berkembang.
Copyrights © 2026