Preeklampsia berat merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas baik pada ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Hubungan antara status glukosa darah dengan preeklampsia menjadi topik penting yang terus diteliti dan dikaji agar dapat memahami, mencegah, dan mengendalikan preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) antara ibu hamil normal dan ibu hamil dengan preeklampsia berat (PEB). Penelitian ini menggunakan desain observasional potong lintang dengan fokus analisis komparatif dua kelompok tidak berpasangan. Subyek penelitian terdiri dari 35 orang ibu hamil normal dan 35 orang ibu hamil dengan PEB yang melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Budi Kemuliaan, Jakarta. Hasilnya menunjukan bahwa kelompok ibu dengan kehamilan normal memiliki kadar GDS dengan rata-rata 91 ± 13 mg/dL dan nilai tengah 91 (64—119) mg/dL, sedangkan kelompok ibu dengan kehamilan PEB memiliki kadar GDS dengan rata-rata 104 ± 48 mg/dL dan nilai tengah 93 (69—357) mg/dL. Hasil uji Mann-Whitney menunjukan nilai p = 0,321 (nilai p > 0,05). Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan kadar GDS yang signifikan secara statistik antara kelompok ibu dengan kehamilan normal dan ibu dengan kehamilan PEB. Pada penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan rancangan kohor atau kasus kontrol agar dapat menguji hubungan kausalitasnya serta penggunaan tes toleransi glukosa oral.
Copyrights © 2026