Fluktuasi harga dan permintaan cabai serta keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi permasalahan utama yang dihadapi pedagang sayuran di Pasar X Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut sering menyebabkan terjadinya kekurangan persediaan (stockout) pada beberapa jenis cabai dan kelebihan persediaan (overstock) pada jenis cabai lainnya, yang berdampak pada penurunan keuntungan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan cabai yang optimal agar pedagang memperoleh keuntungan maksimal, dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Metode yang digunakan adalah Linear Programming dengan pendekatan metode simpleks. Variabel keputusan terdiri dari enam jenis cabai, yaitu cabai merah besar (x1), cabai merah keriting (x2), cabai rawit merah (x3), cabai hijau besar (x4), cabai hijau keriting (x5), dan cabai rawit hijau (x6). Pengolahan data dilakukan menggunakan software QM for Windows 5.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi persediaan optimal adalah x1 = 5 kg, x2 = 27 kg, x3 = 10 kg, x4 = 3 kg, x5 = 3 kg, dan x6 = 2 kg, dengan keuntungan maksimum sebesar Rp 435.000/hari. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kapasitas tempat penyimpanan merupakan kendala utama yang bersifat mengikat, sedangkan beberapa kendala pembelian masih memiliki fleksibilitas. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan Linear Programming dapat membantu pedagang dalam mengelola persediaan cabai secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026