Diversifikasi produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Padang Liwar di Desa Galam, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut yang beranggotakan 30 orang dan selama ini hanya memproduksi gula aren cetak konvensional dengan nilai ekonomi relatif rendah. Permasalahanyang dihadapi mitra meliputi keterbatasan inovasi produk, rendahnya penguasaan teknologi pengolahan, serta lemahnya manajemen usaha dan pemasaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) mitra melalui diversifikasi produk gula aren menjadi gula cetak aneka rasa dan gula semut, serta memperkuat kapasitas manajemen usaha. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, serta pemantauan dan evaluasi yang melibatkan 20 anggota KTH sebagai peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra pada seluruh indikator yang dievaluasi, yaitu pengetahuan dari 40% menjadi 85%, keterampilan dari 35% menjadi 80%, dan manajemen usaha dari 30% menjadi 82%. Mitra juga telah mampu memproduksi gula aren varian rasa (jahe dan temulawak) dalam bentuk mini serta gula semut yang memiliki nilaitambah dan peluang pasar lebih baik dibandingkan produk sebelumnya. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial mitra, serta berpotensi mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2026