Downtime pada mesin packaging dapat menyebabkan penurunan efektivitas produksi dan tidak tercapainya target output perusahaan. Kondisi tersebut terjadi pada mesin kemas Omas GE-2 Line 5 PT Kalbe Farma yang mengalami peningkatan downtime breakdown pada periode Februari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses serta menentukan usulan perbaikan untuk meningkatkan performa mesin produksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif berdasarkan data produksi periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan nilai Availability Rate sebesar 82%, Performance Rate sebesar 93%, dan Quality Rate sebesar 100%, sehingga diperoleh nilai OEE sebesar 76% dan masih berada di bawah standar world class OEE sebesar 85%. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa breakdown losses menjadi faktor dominan dengan persentase sebesar 12,6%. Hasil fishbone diagram menunjukkan bahwa penyebab utama breakdown berasal dari belum optimalnya pemeriksaan bearing, ketidakstabilan output lem, dan belum adanya standarisasi parameter proses operasional mesin. Usulan perbaikan melalui preventive maintenance dan standarisasi proses operasional menunjukkan peningkatan nilai OEE menjadi 88%. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode OEE dan Six Big Losses efektif digunakan untuk meningkatkan efektivitas mesin produksi pada industri farmasi.
Copyrights © 2026