Abstrak Permasalahan sampah organik di lingkungan sekolah semakin menonjol seiring meningkatnya aktivitas institusional dan domestik di kawasan perkotaan. Rendahnya pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah organik menjadi hambatan dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Pendidikan lingkungan sejak jenjang sekolah dasar dinilai strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi lingkungan kepada siswa melalui pengelolaan sampah organik serta meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah. Mitra kegiatan adalah SD Negeri No. 26 Pemecutan dengan melibatkan 33 siswa sebagai peserta utama, didampingi oleh guru dan mahasiswa. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan siswa antusias mengikuti sosialisasi, aktif dalam sesi tanya jawab, serta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik. Secara kuantitatif, rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 2,00 pada pre-test menjadi 3,94 pada post-test untuk aspek pemahaman pengelolaan sampah organik, dari 1,97 menjadi 4,18 pada aspek pemanfaatan sampah organik, dan dari 2,03 menjadi 4,09 pada aspek keterlibatan siswa. Kata kunci: edukasi lingkungan; sampah organik; sekolah dasar; pengelolaan sampah; siswa. Abstract The problem of organic waste in the school environment is increasingly prominent along with the growing institutional and domestic activities in urban areas. Students' low understanding of organic waste management has become an obstacle in creating a clean and healthy school environment. Environmental education at the elementary school level is considered strategic in shaping environmentally conscious character from an early age. This community service activity aims to provide environmental education to students through organic waste management and to improve students' understanding and concern for the school environment. The activity partner was SD Negeri No. 26 Pemecutan, involving 33 students as main participants, accompanied by teachers and university students. The implementation method included socialization and education, and evaluation through pre-test and post-test. The results showed that students were enthusiastic in participating in socialization, active in question and answer sessions, and improved understanding of organic waste management. Quantitatively, the average student score increased from 2.00 on the pre-test to 3.94 on the post-test for the aspect of organic waste management understanding, from 1.97 to 4.18 for the aspect of organic waste utilization, and from 2.03 to 4.09 for the aspect of student involvement. Keywords: environmental education; organic waste; elementary school; waste management; students.
Copyrights © 2026