Penelitian ini menganalisis permainan bahasa (language games) dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis melalui perspektif filsafat bahasa Ludwig Wittgenstein. Penelitian bertujuan mengungkap bentuk permainan bahasa dan mekanisme pembentukan makna tuturan tokoh berdasarkan konteks religius, sosial, dan moral dalam teks sastra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif interpretatif. Data penelitian berupa dialog, monolog, dan fragmen narasi yang dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi berdasarkan konsep language games, rules, dan form of life. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam cerpen tidak berfungsi sebagai medium naratif yang netral, melainkan sebagai praktik sosial yang membentuk konflik dan kritik ideologis dalam teks. Penelitian menemukan empat bentuk permainan bahasa, yaitu religius-ritual, praktis-etis, satir-evaluatif, dan reflektif-interogatif. Benturan antara permainan bahasa religius dan praktis-etis menyebabkan terjadinya pergeseran makna kesalehan dari orientasi ritual individual menuju tanggung jawab sosial. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa makna bahasa dalam karya sastra bersifat kontekstual dan dibentuk melalui praktik penggunaan bahasa dalam kehidupan sosial tokoh. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif language games Wittgenstein untuk menjelaskan mekanisme pembentukan makna dan benturan ideologis dalam sastra Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini memperluas kajian sastra yang selama ini lebih dominan menggunakan pendekatan struktural, moral, dan tematik.
Copyrights © 2026