Sukarni
Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bone

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Permainan Bahasa dalam Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A.A. Navis: Perspektif Wittgenstein Sukarni; Andi Muh. Taufiq
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3211

Abstract

Penelitian ini menganalisis permainan bahasa (language games) dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis melalui perspektif filsafat bahasa Ludwig Wittgenstein. Penelitian bertujuan mengungkap bentuk permainan bahasa dan mekanisme pembentukan makna tuturan tokoh berdasarkan konteks religius, sosial, dan moral dalam teks sastra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif interpretatif. Data penelitian berupa dialog, monolog, dan fragmen narasi yang dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi berdasarkan konsep language games, rules, dan form of life. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam cerpen tidak berfungsi sebagai medium naratif yang netral, melainkan sebagai praktik sosial yang membentuk konflik dan kritik ideologis dalam teks. Penelitian menemukan empat bentuk permainan bahasa, yaitu religius-ritual, praktis-etis, satir-evaluatif, dan reflektif-interogatif. Benturan antara permainan bahasa religius dan praktis-etis menyebabkan terjadinya pergeseran makna kesalehan dari orientasi ritual individual menuju tanggung jawab sosial. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa makna bahasa dalam karya sastra bersifat kontekstual dan dibentuk melalui praktik penggunaan bahasa dalam kehidupan sosial tokoh. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif language games Wittgenstein untuk menjelaskan mekanisme pembentukan makna dan benturan ideologis dalam sastra Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini memperluas kajian sastra yang selama ini lebih dominan menggunakan pendekatan struktural, moral, dan tematik.