Dana desa merupakan salah satu program Pemerintah Indonesia untuk mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan perekonomian mulai dari desa. Keberadaan dana desa diharapkan mampu meningkatkan kemandirian desa yang dapat diukur dengan Indeks Desa Membangun (IDM). IDM menjadi tolok ukur untuk memberikan gambaran status desa melalui 5 klasifikasi, yaitu desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju, dan desa mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dana desa terhadap Indeks Desa Membangun (IDM) di Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis statistik deskriptif. Data penelitian menggunakan anggaran dana desa dan IDM Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu 9 tahun terakhir (2015-2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi tren peningkatan anggaran dana desa dan nilai IDM di Provinsi Jawa Tengah. Anggaran dana desa mengalami peningkatan sekitar Rp 6.886.484.666.000,- antara tahun 2015 dan 2024. Sedangkan, nilai IDM mengalami peningkatan sebesar 0,1193 antara tahun 2016 dan 2024. Peningkatan nilai IDM tersebut juga mendorong perubahan status IDM Provinsi Jawa Tengah yang semula berkembang menjadi maju. Berdasarkan kedua tren tersebut, peningkatan yang terjadi terhadap anggaran dana desa sejalan dengan peningkatan nilai IDM di Provinsi Jawa Tengah. Dengan begitu, maka dana desa memiliki peran positif terhadap IDM di Provinsi Jawa Tengah.
Copyrights © 2026