PT Toyota Boshoku Indonesia mengadopsi sistem Just in Time (JIT) guna memastikan efisiensi distribusi komponen. Namun, dalam pelaksanaannya masih dijumpai pemborosan berupa motion dan transportation yang memicu keterlambatan serta menurunkan produktivitas. Penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab waste tersebut dan menyusun rekomendasi perbaikan menggunakan metodologi Six Sigma DMAIC. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan alat kendali mutu seperti SIPOC, CTQ, histogram, Pareto, Fishbone, dan 5 Why. Hal ini terjadi karena ukuran trolley yang tidak memadai, layout lingkungan kerja yang kurang praktis, dan sistem kerja yang kurang efektif. Demi menekan angka pemborosan ini, dirumuskan strategi perbaikan yang meliputi pembaruan volume muatan trolley, redesain tata ruang operasional, serta penerapan SOP yang disertai dengan evaluasi berkala. Disimpulkan bahwa pendekatan Six Sigma DMAIC mampu mengidentifikasi akar masalah secara sistematis demi menciptakan proses distribusi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026