Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS LOADING TIME HIKITORI MENGGUNAKAN METODE LINE OF BALANCING Syarah Rizkia Feriaty; Riyaldi Oktapiana; Tri Ngundi Wiyatno
Industry Xplore Vol 9 No 1 (2024): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/teknikindustri.v9i1.6179

Abstract

In this research, there is a problem about hikitori cycle process through the use of line balancing method, which is able to reduce long loading times become faster. The main objective of this research is to reduce hikitori loading time by using line of balancing, which will later produce new planning with more efficient process. The term hikitori is not common for all industries, but Japanese companies often use naming standards and work culture input in the industry. One of the industries originating from Japan is hikitori, namely vehicles that transport goods that will or have been processed. So that, going through the line balancing stage process makes the hikitori productivity system easier, which happens due to the preparation of the hikitori line with the addition of a new production line with a cycle time of 30 minutes, and the graphic visualization shows the problem where the waiting time becomes 89.5 minutes of the total MP, causing the total actual sigma CT is 323 minutes for a total of 10 MP. The research results show that there is a reduction in job balancing, thereby reducing time to 9 MP and waiting time also decreases to 9 MP or 22 minutes.
Implementasi Root Cause Analysis (RCA) dan Fault Tree Analysis (FTA) terhadap Kegagalan Operasi Control Valve untuk Mitigasi Steam Turbine Trip (Studi Kasus: PLTP XYZ, Wonosobo) Iman Suyuti; Syarah Rizkia Feriaty; Dwi Indra Prasetya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8809

Abstract

Kegagalan operasi control valve pada sistem turbin uap dapat menyebabkan steam turbine trip yang berdampak pada penurunan produksi dan keandalan sistem pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mode kegagalan control valve, mengetahui faktor penyebab utama, serta memberikan rekomendasi mitigasi untuk mencegah terulangnya kegagalan di PLTP XYZ Wonosobo. Metode yang digunakan adalah Root Cause Analysis (RCA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara teknis, dokumentasi histori operasi, dan data hydraulic pressure control valve periode Oktober 2025. RCA digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan melalui fishbone diagram dan 5-Why Analysis, sedangkan FTA digunakan untuk memodelkan hubungan sebab–akibat hingga terjadinya steam turbine trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan utama meliputi filter actuator clogging, stem valve macet, kerusakan mechanical thrust ring, serta tersumbatnya injection grease pada stem dan shaft valve. Faktor dominan penyebab kegagalan berasal dari faktor metode dan mesin, terutama belum diterapkannya predictive maintenance serta meningkatnya gesekan dan tekanan hidrolik hingga 47–48 bar. Selain itu, tidak adanya monitoring trend performa sistem secara real-time menyebabkan indikasi awal penurunan performa control valve tidak terdeteksi dengan cepat. Hasil Fault Tree Analysis menunjukkan bahwa control failure menjadi faktor dominan yang berkontribusi terhadap steam turbine trip akibat ketidakstabilan sistem kontrol dan keterlambatan respon valve terhadap perubahan beban operasi turbin. Rekomendasi mitigasi meliputi penerapan predictive maintenance, monitoring hydraulic pressure secara berkala, inspeksi rutin actuator dan stem valve, penggantian spare part secara preventif, serta penerapan sistem early warning untuk meningkatkan keandalan operasi control valve dan mencegah steam turbine trip.
Identifikasi Metode HIRARC pada K3 Sistem Utama Dapur Restoran Fried Chicken Cahyo Nurhidayat Indrakusuma; Syarah Rizkia Feriaty
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8811

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada aktivitas operasional dapur restoran fried chicken yang melibatkan penggunaan peralatan panas, peralatan listrik, gas, serta bahan kimia pembersih. Aktivitas kerja yang dilakukan secara cepat dan berulang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja apabila potensi bahaya tidak dikendalikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Objek penelitian meliputi pekerjaan pengoperasian gas, penghancuran sumbatan saluran lemak, pengoperasian fryer, pengoperasian equipment listrik, dan filter oil pada sistem utama dapur restoran fried chicken. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tingkat risiko, yaitu low risk, moderate risk, high risk, dan extreme risk. Risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas pengoperasian gas berupa potensi ledakan atau kebakaran dengan nilai risiko 15 kategori extreme risk. Selain itu, ditemukan risiko tinggi pada aktivitas pengoperasian fryer dan filter oil berupa luka bakar akibat minyak panas. Upaya pengendalian risiko dilakukan berdasarkan hirarki pengendalian melalui inspeksi rutin, penggunaan alat pelindung diri (APD), pemasangan safety sign, perbaikan prosedur kerja, dan pelatihan pekerja. Penerapan metode HIRARC dinilai efektif dalam membantu identifikasi dan pengendalian risiko K3 pada dapur restoran fried chicken.
Analisis K3 Pada Distilasi Atmosferik Kilang PPSDM Migas Menggunakan JSA dan Hazop M Hilmy Fauzan; Syarah Rizkia Feriaty
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8825

Abstract

Proses distilasi atmosferik pada unit kilang merupakan salah satu proses utama dalam pengolahan minyak mentah yang memiliki tingkat risiko tinggi karena melibatkan suhu, tekanan, dan bahan mudah terbakar. Oleh karena itu, diperlukan analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang komprehensif untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta merumuskan strategi pengendalian risiko pada operasi distilasi atmosferik di unit kilang PPSDM Migas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi bahaya pada proses distilasi atmosferik, antara lain paparan suhu tinggi, kebocoran gas, terkontaminasi zat berbahaya, serta getaran dan kebisingan dari peralatan. Analisis HAZOP menunjukkan bahwa penyimpangan yang dominan meliputi kondisi suhu (temperature) yang berlebih, dapat terkontaminasi zat berbahaya, dan ketidak sesuaian kondisi operasi yang berpotensi menyebabkan cedera, kerusakan peralatan, serta risiko kebakaran. Upaya pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi peningkatan pengawasan parameter operasi, perawatan rutin peralatan, penerapan prosedur kerja yang ketat, serta penggunaan alat pelindung diri yang sesuai. Dengan demikian, penerapan metode JSA dan HAZOP secara terintegrasi dapat meningkatkan efektivitas sistem K3 dan mendukung terciptanya kondisi kerja yang aman di lingkungan PPSDM Migas.
Analisis Pengendalian Persediaan Menggunakan EOQ dan Min-Max pada Depot Air Minum XYZ Reza Ahmad Rabbani; Syarah Rizkia Feriaty; Mega Purnamasari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8841

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kelancaran operasional serta efisiensi biaya pada usaha depot air minum. Ketidaktepatan dalam menentukan jumlah dan waktu pemesanan dapat menyebabkan kekurangan maupun kelebihan persediaan yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku air pada Depot Air Minum XYZ menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Min-Max berdasarkan hasil peramalan permintaan. Metode peramalan yang digunakan yaitu Simple Moving Average (SMA) dan Single Exponential Smoothing (SES). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data penjualan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan selama periode Januari hingga Desember 2025. Pengolahan data dilakukan menggunakan software Minitab 22 dan Microsoft Excel. Hasil pengujian akurasi menunjukkan bahwa metode Single Exponential Smoothing dengan nilai α = 0,825515 merupakan metode peramalan terbaik karena menghasilkan nilai error terendah dengan MAD sebesar 1.925 dan MAPE sebesar 11%. Berdasarkan hasil peramalan diperoleh permintaan bulan berikutnya sebesar 13.120 liter. Perhitungan pengendalian persediaan menghasilkan safety stock sebesar 390 liter dan reorder point sebesar 487 liter. Metode EOQ menghasilkan jumlah pembelian optimal sebesar 22.821 liter dengan total biaya persediaan sebesar Rp1.230.501, sedangkan metode Min-Max menghasilkan jumlah pembelian optimal sebesar 78 liter dengan total biaya persediaan sebesar Rp176.932.490. Dibandingkan metode konvensional perusahaan dengan total biaya persediaan sebesar Rp1.957.732, metode EOQ mampu memberikan penghematan biaya sebesar Rp727.231 sehingga dinilai lebih efektif dan efisien untuk diterapkan pada pengendalian persediaan bahan baku Depot Air Minum XYZ.
Analisis Waste Supply Part Dengan Pendekatan Six Sigma DMAIC Davry Sandy Imandha; Syarah Rizkia Feriaty; Rudy Effendy Listyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1861

Abstract

PT Toyota Boshoku Indonesia mengadopsi sistem Just in Time (JIT) guna memastikan efisiensi distribusi komponen. Namun, dalam pelaksanaannya masih dijumpai pemborosan berupa motion dan transportation yang memicu keterlambatan serta menurunkan produktivitas. Penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab waste tersebut dan menyusun rekomendasi perbaikan menggunakan metodologi Six Sigma DMAIC. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan alat kendali mutu seperti SIPOC, CTQ, histogram, Pareto, Fishbone, dan 5 Why. Hal ini terjadi karena ukuran trolley yang tidak memadai, layout lingkungan kerja yang kurang praktis, dan sistem kerja yang kurang efektif. Demi menekan angka pemborosan ini, dirumuskan strategi perbaikan yang meliputi pembaruan volume muatan trolley, redesain tata ruang operasional, serta penerapan SOP yang disertai dengan evaluasi berkala. Disimpulkan bahwa pendekatan Six Sigma DMAIC mampu mengidentifikasi akar masalah secara sistematis demi menciptakan proses distribusi yang berkelanjutan.