Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab terjadinya defect dent pada proses assembly di PT XYZ menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan data sekunder quality control periode April–Agustus 2025. Berdasarkan data tersebut, defect dent merupakan jenis cacat tertinggi dengan jumlah 436 kasus atau 30,4% dari total keseluruhan defect pada Departemen Assembly. Tahap measure menunjukkan nilai Defect Per Unit (DPU) sebesar 0,0136 dan Defects Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 13.625 dengan tingkat kapabilitas proses sebesar 3,7 sigma. Tahap analyze menggunakan analisis 5W+1H dan diagram Fishbone menunjukkan bahwa penyebab dominan berasal dari faktor manusia dan metode kerja, yaitu kurangnya ketelitian operator saat handling material, kelelahan kerja, serta belum optimalnya penerapan SOP. Tahap improve menghasilkan usulan berupa pelatihan operator, standarisasi SOP, perawatan jig dan tooling, serta penyusunan checklist pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Six Sigma DMAIC dapat digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab defect dent dan memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kualitas proses assembly.
Copyrights © 2026