Kontaminasi material slurry pada proses produksi dapat menyebabkan penurunan kualitas produk serta meningkatkan risiko cacat produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kontaminasi serta menentukan prioritas perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fishbone Diagram, dan analisis 5W+1H. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan leader produksi, serta dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kontaminasi berasal dari aspek manusia, metode, mesin, material, dan lingkungan. Berdasarkan analisis FMEA, diperoleh nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada faktor kebersihan alat dan prosedur kerja yang tidak konsisten. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada peningkatan standar operasional prosedur (SOP), pelatihan operator, serta pengendalian lingkungan produksi. Implementasi perbaikan diharapkan mampu menurunkan risiko kontaminasi secara signifikan.
Copyrights © 2026