Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (community service) dalam pendidikan menengah tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas sosial, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang transformatif. Dalam konteks ini, pendekatan project based learning menjadi relevan karena menempatkan siswa sebagai aktor utama yang belajar melalui pengalaman nyata, pemecahan masalah, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program community service yang dilakukan oleh siswa SMA HighScope Indonesia Bali di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dharma Wangsa, Denpasar. Secara khusus, kegiatan ini menempatkan tiga siswa sebagai pengajar yang secara langsung mengajarkan literasi finansial, bahasa Inggris, matematika, dan menggambar kepada peserta didik. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Januari hingga 11 Maret 2026 dengan melibatkan 10–15 anak usia sekolah dasar dari latar belakang marginal. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, kontekstual, dan berbasis interaksi sosial, sekaligus mencerminkan prinsip-prinsip project based learning yang menekankan pembelajaran melalui proyek nyata dan refleksi pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peran siswa sebagai pengajar mampu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri peserta didik, sekaligus memperkuat kompetensi sosial, komunikasi, dan empati siswa. Temuan ini menegaskan bahwa community service merupakan ruang pembelajaran sosial yang efektif dalam membangun kompetensi secara holistik.
Copyrights © 2026