Penjadwalan pekerjaan merupakan hal penting dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, khususnya pada proses kalibrasi instrumen yang berdampak langsung terhadap kelancaran kegiatan produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja metode First come first serve (FCFS) dan Shortest Processing Time (SPT) dalam penjadwalan kalibrasi instrumen di PT. XYZ pada plant refinery bulan Mei 2026. Data mencakup 63 unit instrumen terdiri dari 33 Pressure Gauge, 19 Pressure Transmitter, dan 11 Temperature Transmitter dengan total waktu proses 1.310 menit, diselesaikan dalam 6 hari pengerjaan menggunakan kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan metode FCFS menghasilkan total waktu tunggu 23.970 menit (rata-rata 380,48 menit/instrumen) dengan total overtime 10,17 jam dan biaya lembur Rp406.667. Metode SPT menghasilkan total waktu tunggu 14.440 menit (rata-rata 229,21 menit/instrumen) dengan total overtime 4 jam dan biaya lembur Rp160.000. SPT lebih efisien menurunkan waktu tunggu sebesar 9.530 menit (39,8%) dan menghemat biaya lembur sebesar Rp246.667 (60,7%).
Copyrights © 2026