Abstract: Gang di permukiman kota tua Ampenan khususnya di RT 3 Lingkungan Dende Seleh awalnya berfungsi sebagai jalur pergerakan, namun di kemudian hari gang menjadi ruang sosial yang diproduksi oleh penggunanya. Gang tidak saja sebagai ruang sirkulasi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang dihidupi melalui praktik keseharian warga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami proses produksi dan penafsiran ruang sosial mikro dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara informal dan place-centered mapping (PCM) untuk mengidentifikasi pola aktivitas, ritme temporal, serta relasi sosial. Analisis data mengacu pada teori produksi ruang Henri Lefebvre dan Hermeneutika Paul Ricoeur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang sosial mikro diproduksi melalui repitisi praktik keseharian, ritme aktivitas serta negosiasi sosial antarwarga. Proses tersebut menghasilkan dua tipologi ruang, yaitu ruang sosial temporal - komunal yang bersifat ruang dinamis adaftif dan ruang sosial domestik – konsisten yang bersifat ruang stabil semi privat. Temuan ini menegaskan bahwa ruang bersifat dinamis, diproduksi sekaligus ditafsirkan dalam praktik keseharian masyarakat
Copyrights © 2026