Budaya “nongkrong” telah menjadi bentuk interaksi sosial khas di kalangan anak muda Muslim urban sebagai ruang berdialog, berekspresi, dan membangun relasi. Namun, komunikasi informal dalam konteks ini sering kali mengabaikan nilai-nilai etika dan spiritual yang menjadi dasar komunikasi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk membangun pemahaman tentang konstruksi komunikasi Islam dalam budaya nongkrong anak muda Muslim urban melalui telaah nilai qawlan sadidan (perkataan yang benar dan membangun) dalam interaksi lisan informal. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah sumber-sumber Islam klasik dan literatur kontemporer tentang etika komunikasi serta perilaku sosial remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip qawlan sadidan tetap relevan sebagai pedoman etika komunikasi sehari-hari bagi anak muda Muslim, dengan penekanan pada kejujuran, kesantunan, dan tanggung jawab. Integrasi nilai komunikasi Islam dalam budaya anak muda tidak menghambat kebebasan sosial, melainkan memperkuat kesadaran moral dalam hubungan antarmanusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi komunikasi Islam di kalangan generasi muda penting untuk membentuk komunikasi yang bermakna, etis, dan bernilai spiritual dalam kehidupan urban modern.
Copyrights © 2026