Fenomena perempuan sebagai penanggung jawab keluarga semakin meningkat di Indonesia, namun mereka sering kali terjebak dalam beban ganda akibat kuatnya budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beban ganda yang dialami perempuan penanggung jawab keluarga di Kelurahan Perbutulan, Kabupaten Cirebon, dengan menggunakan perspektif sosiologi keluarga dan kerangka teori gender Caroline Moser. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tujuh informan (lima perempuan penanggung jawab keluarga dan dua suami). Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan menjalankan Triple Role secara simultan: peran reproduktif (domestik) tetap dipikul sepenuhnya tanpa bantuan suami yang signifikan; peran produktif dilakukan di sektor informal karena urgensi ekonomi; dan peran pengelolaan komunitas dilakukan sebagai upaya membangun modal sosial. Analisis kebutuhan gender menunjukkan bahwa meskipun kebutuhan gender praktis (kelangsungan hidup harian) telah terpenuhi melalui strategi ekonomi mandiri, kebutuhan gender strategis (kesetaraan posisi tawar dan pembagian peran) masih sulit dicapai. Hal ini disebabkan oleh norma gender display dan struktur patriarki yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat meskipun mereka telah menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Copyrights © 2026