Isu Konflik Palestina-Israel bukanlah hal yang asing bagi telinga masyarakat sipil di seluruh dunia. Dengan gerakan boikot Israel yang menyebar ke secara internasional, termasuk Indonesia, bagian kecil dari struktur sosial yang terpengaruh adalah keluarga dan aktor utama di dalamnya, yaitu para Ibu rumah tangga, yang terpengaruh oleh boikot merek-merek tertentu dalam memilih produk di rumah. Dengan metode penelitian kualitatif, terlihat bahwa ibu rumah tangga tampaknya termotivasi secara emosional oleh kebutuhan untuk menunjukkan solidaritas, sambil tetap mempertahankan rasionalitas dalam pengambilan keputusan. Hal ini menghasilkan keputusan yang fleksibel, terutama dipengaruhi oleh seruan dari yayasan yang mereka ikuti dan informasi tentang penderitaan warga sipil Palestina.
Copyrights © 2026