Masjid Siti Aisyah di Desa Hajimena mengandalkan sepenuhnya Listrik yang disediakan oleh PLN. Listrik PLN yang tersedia sudah dapat diandalkan untuk memehuhi kebutuhan Listrik, namun masih diperlukan sumber daya lain untuk mendukung aktivitas Listrik saat suplai PLN mengalami gangguan dan jika memungkinkan mengunakan sumber daya lain untuk mensuplai listrik Masjid sehingga mewujudkan kemandirian energi melalui pemanfaatan listrik tenaga surya pada Masjid di Desa Hajimena, Lampung Selatan. Daerah ini memiliki potensi radiasi matahari tinggi, yaitu 4,5–5,2 kWh/m² per hari, sehingga sangat mendukung penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sistem PLTS dirancang dengan kapasitas 1100 Wp menggunakan panel surya monokristalin, inverter off-grid, dan baterai penyimpanan sesuai standar nasional. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan energi, perancangan sistem, instalasi, pelatihan operasional, serta evaluasi kinerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu memenuhi kebutuhan listrik masjid sampai 200 Watt sehingga menurunkan konsumsi listrik PLN. Selain itu, pelatihan yang diberikan meningkatkan literasi energi masyarakat dan kesadaran terhadap pentingnya energi bersih. Program ini diharapkan menjadi model bagi masjid swaenergi berbasis komunitas di wilayah Hajimena, Lampung dan daerah lainnya.
Copyrights © 2026