Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendidikan tari sebagai alat untuk memperkuat karakter siswa Generasi Z jenjang SMP di Desa Danasari, Kabupaten Tegal. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya ketergantungan siswa terhadap teknologi digital yang berdampak pada penurunan fokus, kesabaran, kedisiplinan, kerja sama, dan ketahanan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi di SMP Negeri 2 Bojong. Data diperoleh melalui observasi proses latihan tari dan wawancara dengan guru seni budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan tari yang dilakukan secara berulang melalui pola hitungan, penguasaan ragam gerak, serta kerja kelompok mampu melatih konsentrasi, disiplin waktu, tanggung jawab, empati, dan kemampuan sosial siswa. Pembelajaran tari juga menjadi ruang ekspresi yang membantu siswa mengelola emosi, membangun percaya diri, dan memperkuat mental saat tampil di depan publik. Selain itu, pendidikan tari memperkenalkan nilai budaya lokal melalui penghayatan wirasa sehingga siswa tidak hanya menguasai keterampilan gerak, tetapi juga memahami makna budaya. Dengan demikian, pendidikan tari relevan sebagai sekolah kehidupan yang menyeimbangkan literasi digital dengan pembentukan karakter. Temuan ini menegaskan pentingnya seni tari dalam pendidikan karakter remaja di tengah perubahan sosial dan budaya kontemporer kini.
Copyrights © 2026