Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja piutang perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021 sampai 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan yang dipublikasikan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Analisis dilakukan melalui tiga indikator, yaitu receivable turnover, average collection period, dan rasio tunggakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan piutang perusahaan mengalami fluktuasi, tetapi secara umum menunjukkan perbaikan. Rata-rata perputaran piutang meningkat dari 33,30 kali pada tahun 2021 menjadi 46,96 kali pada tahun 2024. Average collection period menurun dari 16,97 hari menjadi 10,85 hari, yang menunjukkan penagihan piutang semakin cepat. Rasio tunggakan juga menurun dari 18,66% menjadi 12,46%, meskipun sebagian perusahaan masih menghadapi risiko piutang tertunggak. PT Cisadane Sawit Raya Tbk dan PT London Sumatra Indonesia Tbk menunjukkan kinerja piutang terbaik karena memiliki perputaran piutang tinggi, periode penagihan singkat, dan rasio tunggakan rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan kredit dan penagihan yang efektif untuk menjaga likuiditas, mempercepat arus kas, serta meningkatkan kualitas pengelolaan modal kerja perusahaan secara berkelanjutan pada sektor terkait nasional.
Copyrights © 2026