Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan biaya produksi, pendapatan, serta keuntungan agribisnis jagung antara petani peserta dan bukan peserta Program P4S BHEGER. Penelitian dilaksanakan di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, dengan menggunakan metode accidental sampling terhadap 25 responden dari masing-masing kelompok. Analisis data dilakukan secara analisis varian dengan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata biaya produksi petani peserta program P4S sebesar Rp3.216.000/ha, lebih tinggi dibandingkan dengan petani bukan peserta sebesar Rp2.344.000/ha, dengan selisih Rp872.000 yang signifikan secara statistik (t hitung = 13,208 > t tabel = 1,677). (2) Rata-rata pendapatan petani peserta sebesar Rp8.180.000/ha, sedangkan bukan peserta sebesar Rp3.216.000/ha. Selisih pendapatan sebesar Rp4.964.000 juga signifikan secara statistik (t hitung = 11,145 > t tabel = 1,677). (3) Rata-rata keuntungan bersih petani peserta sebesar Rp4.408.000/ha, lebih besar dibandingkan dengan bukan peserta sebesar Rp864.000/ha, dengan selisih Rp3.544.000 yang signifikan secara statistik (t hitung = 9,057 > t tabel = 1,677). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun biaya produksi petani peserta lebih tinggi, peningkatan pendapatan yang diperoleh mampu menutupi biaya tersebut dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Dengan demikian, partisipasi dalam Program P4S BHEGER memberikan dampak positif terhadap kinerja agribisnis jagung.
Copyrights © 2026