Dispnea merupakan kondisi sesak napas yang disebabkan oleh gangguan pada sistem pernapasan dan dapat menyebabkan bersihan jalan napas tidak efektif. Pada kasus Tn. M.S. di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Muntilan, pasien mengalami keluhan sesak napas, peningkatan frekuensi napas, serta kesulitan mengeluarkan sekret. Berdasarkan permasalahan tersebut, intervensi keperawatan yang diberikan adalah teknik batuk efektif untuk membantu meningkatkan bersihan jalan napas. Tujuan karya tulis ilmiah keperawatan ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien dispnea dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif melalui penerapan teknik batuk efektif. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dalam melakukan pengkajian, analisis data, dan penetapan diagnosis keperawatan pada satu responden dengan dispnea di Rumah Sakit Aisyiyah Muntilan pada 31 Desember 2025. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan adanya peningkatan bersihan jalan napas setelah penerapan teknik batuk efektif, yang ditandai dengan berkurangnya keluhan sesak napas, menurunnya frekuensi napas, serta meningkatnya kemampuan pasien dalam mengeluarkan sekret. Oleh karena itu, teknik batuk efektif diharapkan dapat diterapkan secara optimal sebagai tindakan keperawatan awal pada pasien dispnea di Instalasi Gawat Darurat.
Copyrights © 2026