Generasi muda saat ini menghadapi tantangan moral yang semakin kompleks akibat paparan budaya hedonisme yang diperkuat oleh intensitas penggunaan media sosial dan ekosistem digital. Kecenderungan mengutamakan kesenangan instan berdampak pada melemahnya tanggung jawab sosial, rendahnya etos belajar, dan berkurangnya kepekaan moral peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak hedonisme terhadap perilaku generasi muda, menguraikan pentingnya pendidikan berbasis etika sebagai respons yang sistemik, serta memberikan model implementasi konkret di lingkungan sekolah dan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan etika yang dirancang secara sistematis melalui tiga dimensi moral knowing, moral feeling, dan moral action serta didukung oleh keteladanan guru, integrasi kearifan lokal, literasi digital kritis, dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua, terbukti mampu memperkuat disiplin diri dan membentuk karakter peserta didik yang berintegritas. Pendidikan berbasis etika dapat berfungsi sebagai strategi preventif sekaligus korektif dalam menghadapi dampak negatif hedonisme, serta menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi muda yang bertanggung jawab, berempati, dan berkontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Copyrights © 2026