Industri mi instan merupakan sektor pangan dengan tingkat konsumsi tinggi di Indonesia, sehingga menuntut penerapan sistem pengendalian mutu khusus untuk menjamin keamanan dan kualitas produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sistem pengendalian kualitas pada proses produksi mi instan varian Goreng Gaga 100 Extra Pedas di PT XYZ, Ciawi-Bogor. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung selama kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL), wawancara dengan tenaga kerja, serta studi dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi terdiri dari sejumlah tahapan utama, seperti pencampuran (mixing), pembentukan (sheeting dan slitting), pemasakan (steaming), pemotongan, penggorengan (frying), pendinginan (cooling), dan pengemasan (packing). Pengendalian kualitas mutu dilakukan secara komprehensif dari tahap bahan baku sampai produk jadi.. Tahap penggorengan diidentifikasi sebagai Critical Control Point (CCP) karena berpengaruh terhadap kadar air, kualitas minyak, dan umur simpan produk. Penerapan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), dan ISO 22000 terbukti efektif dalam mengendalikan potensi bahaya serta menjaga konsistensi mutu produk. Dengan demikian, sistem pengendalian mutu yang diterapkan mampu menjamin keamanan pangan dan meningkatkan daya saing produk di pasar.
Copyrights © 2026