Kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami dan menyelesaikan soal cerita penjumlahan serta pengurangan merupakan persoalan yang kompleks dan berlapis. Permasalahan ini tidak hanya menyangkut ketidakmampuan berhitung, tetapi menyentuh kemampuan membaca pemahaman, penalaran kontekstual, dan kematangan kognitif siswa dalam menghadapi soal berbentuk narasi. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis bagaimana pendekatan Quantum Teaching dengan kerangka TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan) yang diperkuat penggunaan Math Board dapat menjadi solusi sistematis atas hambatan tersebut. Kajian dilakukan melalui tinjauan literatur terhadap berbagai penelitian dan teori pendidikan yang relevan dari tahun 2020 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa Quantum Teaching mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna, mengintegrasikan kemampuan literasi membaca dengan numerasi, serta memfasilitasi transisi kognitif dari representasi konkret menuju abstrak sebagaimana disarankan oleh teori perkembangan Piaget dan teori representasi Bruner. Implementasi pendekatan ini menuntut persiapan guru yang lebih intensif serta manajemen waktu dan media yang terukur. Strategi mitigasi berupa pemberian reward sederhana, penggunaan timer, dan penyediaan Math Board per kelompok kecil terbukti efektif mengatasi hambatan tersebut.
Copyrights © 2026