Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan impulsive buying semakin meningkat di era digital dan memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran dari konsumsi rasional menuju konsumsi emosional yang berpotensi tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh FOMO dan impulsive buying terhadap perilaku konsumsi mahasiswa, mengidentifikasi tingkat pemahaman terhadap perilaku konsumen Islami, serta mengembangkan model edukasi berbasis pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi, wawancara, focus group discussion (FGD), serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO dan impulsive buying berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa yang cenderung tidak rasional. Namun, intervensi edukatif berbasis pengabdian kepada masyarakat terbukti mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai konsumsi Islami, seperti qana’ah, wasathiyah, dan larangan israf. Model edukasi yang diterapkan secara partisipatif melalui sosialisasi, workshop, dan refleksi juga efektif dalam membentuk kesadaran konsumsi yang lebih etis. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai syariah dalam pembelajaran menjadi penting untuk membentuk perilaku konsumen yang bijak di era digital.
Copyrights © 2026