Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Decisions Declaring a Claim Inadmissible (Niet Ontvankelijk Verklaard) in Civil Cases: (A Case Study at the Blambangan Umpu District Court) Arif Adi Seftian; Titin Purwaningsih; Daffa Hanif Hilmi; Selsa Hadilla Azhara; Fiqri Alfrica Arfa; Mustika Hayati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5293

Abstract

The decision of inadmissible claims (Niet Ontvankelijk Verklaard/NO) is a common phenomenon in civil litigation practice and reflects the importance of fulfilling formal requirements in drafting a lawsuit. This study aims to analyze judges’ legal reasoning and identify the formal factors causing claims to be declared inadmissible at Pengadilan Negeri Blambangan Umpu. This research employs a qualitative approach with a case study method through document analysis, interviews, and literature review. The results show that the main causes of Niet Ontvankelijk Verklaard decisions include obscure claims (obscuur libel), incomplete parties (plurium litis consortium), inconsistency between posita and petitum, formal defects in power of attorney, and unclear object of dispute. Among these factors, obscuur libel is the most dominant, indicating weak legal construction of claims. Judges’ considerations in issuing Niet Ontvankelijk Verklaard decisions reflect the application of prudential principles to maintain legal order and certainty. However, this condition also reveals a tension between procedural justice and access to justice. Therefore, improving the quality of claim drafting and public legal literacy is essential.
Fenomena FOMO dan Impulsive Buying Urgensi Pendidikan Perilaku Konsumen Islami di Era Digital Dwi Ayu Widyaningsih; Mustika Hayati; Alzena Fleta Ramadhani; Naufa Hana Shafira; Alexa Oktav Violin; Sabila Aya Sofia; Cheril Salsa Danisa; Putri Rahma Beliasari; Kartini; Dwi Astuti; Wahyu Erlangga; Wanda Juli Atmaja; Tri Handoko; Dody Pratama
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.749

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan impulsive buying semakin meningkat di era digital dan memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran dari konsumsi rasional menuju konsumsi emosional yang berpotensi tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh FOMO dan impulsive buying terhadap perilaku konsumsi mahasiswa, mengidentifikasi tingkat pemahaman terhadap perilaku konsumen Islami, serta mengembangkan model edukasi berbasis pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi, wawancara, focus group discussion (FGD), serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO dan impulsive buying berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa yang cenderung tidak rasional. Namun, intervensi edukatif berbasis pengabdian kepada masyarakat terbukti mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai konsumsi Islami, seperti qana’ah, wasathiyah, dan larangan israf. Model edukasi yang diterapkan secara partisipatif melalui sosialisasi, workshop, dan refleksi juga efektif dalam membentuk kesadaran konsumsi yang lebih etis. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai syariah dalam pembelajaran menjadi penting untuk membentuk perilaku konsumen yang bijak di era digital.